Flores, Bauran Energi Terbarukan di 2022 Mencapai 15,24 Persen

Iklan Semua Halaman

Flores, Bauran Energi Terbarukan di 2022 Mencapai 15,24 Persen

Redaksi
Senin, 07 Maret 2022

Ilustrasi Pulau Flores dalam pengaplikasian Energi Baru Terbarukan (EBT)


ENERGITRANSFORMASI – Wilayah Timur Indonesia terus dilakukan peningkatan pengadaan energy, yang saat ini dikonsentrasikan melalui bauran Energi Baru Terbarukan (EBT). Hal menggembirakan, walaupun masih cukup dari angka maksimal, namun diketahui PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat tingkat bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di Pulau Flores mencapai 15,24 persen per Maret 2022.


Berkahnya potensi alam Indonesia yang dapat dimanfaatkan menjadi energy hijau, capaian Flores menjadi saksi, pemanfaatan berbagai jenis energi hijau, meliputi energi panas bumi, air dan energi surya, dapat dikembangkan.


General Manager PT PLN (Persero) UIW NTT Agustinus Jatmiko menjelaskan, pengembangan EBT di Flores adalah bagian dari upaya PLN untuk mendukung target pemerintah terkait peran EBT dalam bauran energi nasional mencapai 23 persen di tahun 2025.


Terkait hal ini, PLN telah mengembangkan sejumlah pembangkit EBT seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) berkapasitas 2x1 megawatt (MW) di Ndungga, Kabupaten Ngada.


PLN juga membangun PLTMH Ogi dan PLTMH Wae Roa di Ngada serta PLTMH Waigarit dan PLTMH Sita di Kabupaten Manggarai.


Selain itu, PLN turut mengembangkan EBT berkapasitas besar, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko di Ngada dengan kapasitas daya mencapai 20 MW. Adapun yang saat ini masih dalam tahap persiapan adalah PLTP Ulumbu di Kabupaten Manggarai dan PLTP Atadei di Kabupaten Lembata.

 

“PLN berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan bauran EBT di NTT yang memiliki potensi yang cukup melimpah sebagai langkah menuju transisi energi hijau berkelanjutan,” ujar Jatmiko, dilansir dari Antara, Minggu (6/3/2022).


Lebih jauh, Jatmiko menjelaskan bahwa Pulau Flores memiliki potensi EBT dari energi panas matahari yang telah dikembangkan di sejumlah titik. Sebagai contoh adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pulau-pulau kecil di sekitar Labuan Bajo, seperti Pulau Messah, Pulau Papagarang, Pulai Serayu Marannu, Pulau Batu Tiga Boleng dan Pulai Kojadoi. Baca juga: Dukung Perhelatan KTT G20, Sejumlah 36 PLTS Akan Dibangun


Pengembangan PLTS tersebut lebih menyasar wilayah-wilayah terpencil yang tidak bisa dijangkau jaringan listrik PLN yang eksisting untuk menggantikan penggunaan genset berbahan bakar diesel yang dipakai oleh masyarakat.