-->
  • Jelajahi

    Copyright © EnergiTransformasi.Id | Bertransformasi Bangun Negeri
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sampah Jadi Persoalan Perubahan Iklim, Ddorocare Turun ke Lombok

    Redaksi
    Rabu, 14 Desember 2022, 19:18 WIB Last Updated 2022-12-14T15:09:24Z

    Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalilah bersama dengan penggiat Ddorocare. 


    ENERGITRANSFORMASI, LOMBOK TENGAH – Semua sepakat, bagaimana sampah menjadi salah satu penyebab perubahan iklim menjadi tak menentu. Terus menjadi persoalan, isu sampah bukan lagi hanya persoalan di tanah air, namun menjadi PR bersama seluruh bangsa di dunia. Segala upaya dilakukan dalam rangka pengendalian sampah yang makin tak terbendung jumlahnya. 


    Berubahnya pola iklim secara ekstrem mempengaruhi keseimbangan alam. Hal ini kerap menimbulkan bencana karena tidak seimbangnya ekosistem. Salah satu penyebab perubahan iklim yaitu pengelolaan sampah yang tidak bijak, sehingga mempengaruhi tatanan ekosistem. 


    Lombok menjadi salah satu destinasi kebanggan Indonesia. Untuk itu, sebagai wilayah pariwisata Lombok tak terlepas dari permasalahan sampah, khususnya di wilayah Lombok Tengah. Guna mengatasi hal tersebut, Lombok Tengah menjadi salah satu fokus kegiatan Yayasan Aksi Indonesia Lestari (Ddorocare).


    Permasalahan sampah di Pulau Lombok yang kaya akan destinasi wisatanya, diprediksi akan terus meningkat. Hal ini karena adanya peningkatan penggunaan produk plastik dalam setiap rumah tangga. 


    Ddorocare beserta lembaga non profit lingkungan di Kabupaten Lombok Tengah, menginisiasi Waste Preneur untuk menciptakan usaha pengelolaan sampah dengan nilai ekonomi melalui daur ulang. 


    Waste Preneur diharapkan menjadi sebuah solusi bagi permasalahan sampah di Lombok. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalilah turut membuka rangkaian kegiatan Waste Preneur yang diselenggarakan di Desa Esot, Desa Sintung, Pringgarata, Lombok Tengah pada Selasa, 13 Desember 2022. 




    Ini merupakan proyek bersama antara Ddorocare sebagai lembaga kolaborasi program magang Campus Leaders 5 bersama dengan Bakrie Center Foundation (BCF).


    “Tanggung jawab kita adalah menjaga agar emisi gas kaca dapat terminimalisir. NTB saat ini adalah salah satu daerah yang berani berkomitmen 2050 NTB Zero Emission. Sekecil apapun aksi, dia akan memberikan dampak,” ujarnya.


    Sebelumnya, Ddorocare telah melangsungkan kegiatan bersih-bersih pantai (Berantai) di sejumlah pantai di Lombok Tengah. Ini merupakan salah satu cara untuk mengedukasi dan menebarkan kesadaran kepada masyarakat Lombok agar semakin peduli terhadap persoalan sampah yang mempengaruhi keindahan destinasi wisata di Lombok.


    “Sebelumnya Beach Clean Up pada kegiatan Berantai 2022 kemarin, telah mengumpulkan 480 kilo gram sampah yang rata-rata merupakan sampah sekali pakai dan telah dilakukan pendataan pada aplikasi android brand audit sampah. Brand audit sampah ini ditujukan untuk membuat policy brief untuk perusahaan agar lebih bijak dalam melakukan produksi terhadap kemasan plastik,” jelas Direktur Ddorocare, Muhammad Wahyu Rosadi.


    Melalui aplikasi yang dibentuk mahasiswa magang ini, telah berhasil mendata sedikitnya 428 perusahaan dan lebih dari 4000 brand terbukti mencemari lingkungan di NusaTenggara Barat, khususnya pulau Lombok.


    Sebagai inisiator program magang Campus Leaders 5, BCF sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh para mitra dalam upaya untuk mengurangi polusi yang disebabkan oleh sampah. Ini merupakan upaya kolaborasi untuk mencapai Sustainable Development Goals tahun 2030 dalam hal menciptakan lingkungan hijau yang berkelanjutan.


    “Kami berpikir untuk mengintegrasikan desa wisata sebagai sebuah kampung iklim, yang menawarkan pengelolaan sampah sebagai daya tarik baru. Sekaligus dapat mengedukasi masyarakat terkait pentingnya kelola sampah,” jelas Lalu Abdul Azus, peserta magang Campus Leaders Program 5.


    Diharapkan melalui adanya Waste Preneur ini dapat tercipta capaian yang solutif dan inovatif dalam melakukan pengelolaan sampah didestinasi wisata Lombok, untuk membantu mengatasi dampak perubahan iklim.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    KONSTRUKSI

    +