Memanen Energi Surya dari Langit Nusantara

Iklan Semua Halaman

Memanen Energi Surya dari Langit Nusantara

Redaksi
Senin, 25 Oktober 2021
Foto by pixabay

Oleh: Etty Susilowati.


Sony belum lama ini memutuskan untuk beternak ikan. Dengan memanfaatkan pekarangannya yang luas di kawasan Gandul Cinere, Depok, Jawa Barat, ia mencoba melakukan bisnis baru di masa pandemi Covid-19 yang mendera Indonesia sejak awal 2020.


Lelaki separuh baya ini beruntung. Ikannya bisa cepat berkembang biak. Beberapa kolam dan tempat penampungan ikan kini dijejali sekitar 4.000 ekor ikan air tawar dari berbagai jenis.


Suatu saat ia sedang membersihkan kolam ikannya, ia melihat ikannya megap-megap seperti kekurangan oksigen. Ya, saat proses pembersihan berlangsung, ia mematikan pompa aır dan alat penyuplai oksigen ke dalam air,


Ia lalu teringat peristiwa beberapa tahun lalu, saat di kawasan Cinere, aliran listrik padam hampir satu jam. Meski kawasan Cinere jarang terjadi pemadaman listrik oleh PLN, namun bukan tak mungkin peristiwa serupa terjadi lagi. Kalau saja peristiwa padam listrik dalam rentang waktu cukup lama terjadi lagi, lalu bagaimana nasib ribuan ikan ternak itu. Begitu terlintas di benak Sony.


Ia lalu memutuskan untuk bertindak preventif. Ia mencoba membangun pembangkit listrik tenaga surya. Berbekal hobi elektronika sejak masa SMP plus belajar otodidak melalui internet, Sony lalu mencoba merakit sendiri pembangkit listrik tenaga surya itu.


Walhasil, kini ia telah memiliki PLTS. Lega rasanya karena masa depan usaha ternak ikannya akan terlindungi dari kemungkinan krisis energi listrik. Meski telah menghabiskan investasi tambahan sekitar Rp30 juta, tapi ia yakin akan kembali modal setelah 5-7 tabun, Ini bisa terjadi karena ternyata tagihan listrik di rumahnya juga bisa berkurang hingga 30 persen.


"Sebenarnya PLTS saya memiliki kemampuan hingga 3.000 wat. Namun karena keterbatasan dana terutama untuk membeli perlengkapan untuk menampung energi yang berhasil diserap dari matahari, kemmampuan yang ada saat ini baru untuk pemakaian 1,000 watt seja," cerita Sony.


Berbeda dengan Sony, seorang bankir profesional yang bermukim di bilangan Kebayoran, Jakarta Selatan, memutuskan memanfaatkan energi surya......


Bersambung...