Kurangi Emisi Karbon, Pelindo Manfaatkan Listrik Darat di Pelabuhan

Iklan Semua Halaman

Kurangi Emisi Karbon, Pelindo Manfaatkan Listrik Darat di Pelabuhan

Redaksi
Rabu, 19 Oktober 2022

(ki-ka) Komut Pelindo, Dirut Pelindo, Dirut SPJM, Ketua INSA, Dirjen Hubla Kemenhub, Direktur Kepelautan dan Perkapalan Kemenhub


ENERGITRANSFORMASIPT Pelindo Jasa Maritim, Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Group melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Asosiasi Pemilik Pelayaran Nasional Indonesia, Indonesian National Shipowners' Association (INSA). Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan turut memberikan dukungan melalui penerbitan Surat Edaran untuk Penggunaan Listrik darat atau Onshore Power Connection (OPS).  

 

Penandatanganan MoU tentang Penyediaan layanan Onshore Power Supply di pelabuhan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PT Pelindo Jasa Maritim Prasetyadi dan Direktur Eksekutif INSA, Estu Prabowo di hadapan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha Tjahyagama, Komisaris Utama dan Direktur Utama Pelindo di Bali, Selasa (18/10/2022).  

   

Prasetyadi mengatakan, ”Penandatanganan MoU ini menandai keterlibatan pelabuhan dan perusahaan pelayaran untuk mengambil peran aktif dalam upaya mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas kapal di dermaga.”  

 

Selain penandatanganan MoU, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan Surat Edaran (SE) yang ditandatangani Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kepada INSA yang menjadi bentuk dukungan untuk implementasi layanan Onshore secara lebih luas di pelabuhan.  

 

“Penandatanganan MoU ini menandai komitmen dan kolaborasi dunia pelayaran mulai dari Pemerintah yaitu Kementerian Perhubungan, Pelindo selaku Badan Usaha Pelabuhan, serta INSA untuk secara bersama-sama melakukan dekarbonisasi di pelabuhan,” ujarnya.  

 

OPS adalah layanan listrik darat untuk kapal-kapal yang sedang melakukan kegiatan bongkar muat di Pelabuhan/Terminal untuk menggantikan peran mesin bantu yang digunakan kapal saat mereka bersandar, dan dengan demikian menggantikan penggunan BBM Fosil yang digunakan.  

 

Selain memberikan manfaat untuk lingkungan, layanan ini juga memberikan efisiensi biaya BBM bagi perusahaan pelayaran dengan rata – rata sekitar 8,2 juta rupiah/shipcall atau 2,26 Milyar per kapal per tahun. Penggunaan OPS ini adalah langkah Pelindo mewujudkan green port dengan mengurangi emisi karbon dan efek gas rumah kaca di sektor pelabuhan karena mampu memberikan pengurangan emisi (Gram) di Pelabuhan/Terminal sebesar 75%-93% yang dihasilkan oleh kapal ketika sandar. Sebagai informasi, pengurangan emisi gas buang oleh kapal sangat ditentukan oleh kategori mesin serta tahun pembuatan mesin bantu kapal, sehingga nilai efisiensi di masing-masing terminal bisa berbeda bergantung dari kapal yang sandar.  

 

Adapun Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani di sela-sela kegiatan The Business Matching Forum G20 di Bali, yang merupakan rangkaian dari event Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar Kementerian BUMN RI di Bali.