Maudy Ayunda Bicara Kesetaraan Gender di Indonesia

Iklan Semua Halaman

Maudy Ayunda Bicara Kesetaraan Gender di Indonesia

Redaksi
Sabtu, 16 Juli 2022



ENERGITRANSFORMASI - Tim Juru Bicara G20 Maudy Ayunda mengatakan, negara harus peduli pada perempuan dan memberikan jalur- jalur yang dapat mendukung terciptanya kesetaraan gender. Dengan memberikan ruang bagi perempuan untuk berkarya, maka negara dapat mencapai kemajuan.


"Jadi kalau ingin negara ini maju, maka kita juga perlu menaruh perhatian pada isu pemberdayaan perempuan. Dan, kita harus peduli dan memberikan jalur- jalur yang betul-betul mendukung kesetaraan. Karena perempuan memiliki kemanusiaan yang sama dan berhak," ungkapnya.


Menurutnya kesetaraan gender dirasa perlu adanya kesadaran dari semua belah pihak. Bahwa isu kesetaraan gender ini ada dan sangat-sangat relevan. 


“Dan dari yang saya pelajari bahwa ada banyak sekali implikasi dan dampak kemanusiaan dari sisi individu perempuannya. Baik dampak ekonomi pertumbuhan untuk Indonesia, dampak sosial untuk anak-anak, keluarga dan komunitas,” ungkap dalam diskusi daring yang digelar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertema “Perempuan Berdaya untuk Pulih Bersama” pada Kamis (14/7/22).


Diminta pandangannya soal peran perempuan di Indonesia, menurut Maudy, perempuan memiliki kontribusi yang besar di masyarakat. Namun, dia melihat, dalam upaya mengatualisasi diri, perempuan Indonesia terbentur pandangan kultural.


"Misalnya dari pengalaman saya sendiri, ketika hendak kuliah di luar negeri, ada saja yang ngomong "ngapain sekolah tinggi-tinggi kalau nanti akhirnya di rumah saja." Atau anggapan yang mengatakan perempuan tidak perlu berkontribusi sebesar itu. Ini sebenarnya masuk ke alam bawah sadar dan mempengaruhi mindset dan kondisi emosinal saya," tuturnya.


Pada titik ini, lanjut Maudy, dia ingin mengajak para perempuan di Indonesia untuk -apa yang ia sebut sebagai- kemandirian, bukan hanya kemandirian secara finansial melainkan juga kemandirian berpikir.


"Saya ingin mengajak para perempuan di luar sana untuk mandiri, bukan hanya kemandirian yang tipikal, maksudnya finansial, tapi kemandirian dalam berpikir juga," katanya.


Proses mencerdaskan diri, kata Maudy, merupakan sebuah aksi yang sangat powerful bagi perempuan. Maka dari itu, ia mendorong para perempuan untuk memiliki target dalam menempuh pendidikannya. Dengan begitu, akan ada terobosan dari setiap individu untuk dirinya.


Menurut Maudy, kemandirian berpikir seseorang didapatkan melalui pendidikan. Sebab proses berpikir yang sistemis itu, tambahnya, tidak didapatkan dengan sendirinya, melainkan melalui bacaan, berbicara dengan orang lain, membuka diri terhadap beragam perspektif dan lain-lain.


"Saya rasa kita akan mendapatkan kekuatan lebih di situ untuk bisa memiliki opini-opini sendiri, juga tidak terbawa alur-alur atau ekspektasi atau beban- beban di luar sana yang mungkin akhirnya, merugikan perempuan," tutupnya.