Transformasi PLN, EBT Menjadi Konsentrasi Pengembangan

Iklan Semua Halaman

Transformasi PLN, EBT Menjadi Konsentrasi Pengembangan

Redaksi
Minggu, 25 April 2021

Ilustrasi PLN


ETI.ID - Pemerintah tidak main-main dalam menciptakan energi ramah lingkungan, hal ini dibuktikan dengan komitmen Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus mendorong upaya penggunaan energi tersebut. 


Komitmen PLN tentu saja didasari dengan ujaran Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT) Perusahaan Listrik Negara (PLN), M. Ikhsan Asaad, yang menyampaikan bahwa PLN  Grup terus berupaya mendorong penggunaan energi yang ramah lingkungan.


"Melalui transformasi PLN, kami berinovasi dan mendorong penggunaan green energy yang ramah lingkungan," ucap Ikhsan, dalam keterangan resminya, Minggu, 25 April 2021.


Menyambung ujaran M. Ikhsan, Direktur Utama Indonesia Power (IP), M. Ahsin Sidqi menyatakan, perseroan terus melakukan pengembangan program co-firing di berbagai lokasi.


Co-firing merupakan proses penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial atau bahan campuran batu bara di PLTU. PLN berencana untuk dapat melakukan co-firing pada 52 lokasi PLTU batu bara eksisting sampai dengan 2024.


"Dimulai dari Bali, Jeranjang, Suralaya dan terus tumbuh di pembangkit lainnya. Sinergi Pemerintah Kota Tangerang dan Indonesia Power lewat co-firing diharap membawa berkah dan kemajuan bersama. Kerja baik harus diwujudkan segera. Walaupun kapasitas olah sampah saat ini baru lima ton per hari diharapkan akan terus tumbuh dan mampu menyuplai 100 ton per hari," ungkap Ahsin.


Dari sekian proyek PLN yang dilakukan, ditargetkan peningkatan kapasitas Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi 16 Giga Watt (GW) pada 2024.