Pelindo Gotong Royong Rehabilitasi Mangrove Nasional

Iklan Semua Halaman

Pelindo Gotong Royong Rehabilitasi Mangrove Nasional

Redaksi
Minggu, 20 November 2022

Penandatanganan Kesepahaman Bersama Rehabilitasi Mangrove sebagai Program Tanggung Jawab Sosial (TJSL)


ENERGITRANSFORMASI – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) / Pelindo turut bergotong royong bersama beberapa instansi untuk mendukung rehabilitas mangrove nasional. Hal ini tertuang dalam Penandatanganan Kesepahaman Bersama Rehabilitasi Mangrove sebagai Program Tanggung Jawab Sosial (TJSL) yang diinisiasi oleh Kementerian  Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.  


“Kami bersama-sama sepakat untuk bergotong royong dalam memperluas dan meningkatkan kualitas rehabilitasi mangrove serta pemberdayaan masyarakat guna mendukung pemenuhan target nasional 600.000 Ha.,” ujar Arif Suhartono, Direktur Utama Pelindo. 


Kerjasama ini juga didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, PT Bukit Asam, Tbk, PT Trimegah Bangun Persada (TBP), Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).  


Sebelumnya, tahun 2021 Pelindo telah melaksanakan rehabilitasi mangrove nasional dengan luasan 168,07 Ha. Pelindo juga telah terlibat pada program pemeliharaan dan pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk dukungan kepada unit usaha kecil dan menengah melalui program pengolahan produk turunan mangrove di Indramayu Jawa Barat. 


Pada tahun 2022, Pelindo mentargetkan penanaman mangrove pada lahan seluas 165 Ha di wilayah operasional Pelindo dan pelaksanaan tiga program pemberdayaan masyarakat yaitu budidaya lebah madu, pemberdayaan batik mangrove dan budidaya kepiting bakau. 


“Sehingga secara keseluruhan, Pelindo berkomitmen melakukan penanaman pada lahan dengan total seluas 333,07 Ha." tambah Arif  


Pelindo memiliki dan mengembangkan Maritime Tourism Hub di Bali yang dapat menjadi lokasi strategis display dan pemasaran produk. Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) diharapkan dapat menjadi sentra baru pemasaran ragam produk UMKM baik lokal, regional atau nasional untuk membantu pengembangan ekonomi sejalan dengan program TJSL/CSR BUMN yang memprioritaskan pada edukasi, lingkungan dan pembinaan usaha mikro dan kecil.