Wow… Beton Ramah Lingkungan Ditemukan

Iklan Semua Halaman

Wow… Beton Ramah Lingkungan Ditemukan

Redaksi
Senin, 04 April 2022

 

Ilustrasi bangunan beton (foto pixabay)

ENERGITRANSFORMASI – Saat dunia sedang menggencarkan lingkungan hijau dengan mengaplikasikan energy hijau, seluruh sector bahu membahu mendukung dengan berbagai upaya demi terwujudnya lingkungan bersih yang ramah lingkungan.


Kabar menggembirakan dating dari wilayah Amerika Serikat, yang mana Peneliti dari Institut Politeknik Worcester di Massachusetts, berhasil mengembangkan bahan konstruksi yang dapat menghilangkan efek gas rumah kaca dari beton. Peneliti tersebut adalah Suzanne Scarlata dan Nima Rahbar. Mereka menemukan bahan konstruksi enzimatik (ECM) yang dapat memperbaiki diri sendiri sehingga mampu menambal beton yang rusak.


ECM terdiri dari karbon anhidrase, yang merupakan enzim dalam sel hidup. Pada reaksi dengan karbon dioksida, senyawa ini membentuk kristal kalsium karbonat, yang merupakan komponen utama ECM.


Dilansir melalui laman Kompas.com, komponen lain dari ECM adalah bubur pasir dan polimer, yang bertindak sebagai agen pengikat. Campuran terakhir adalah ECM yang dapat menghilangkan karbon dioksida dari udara dan menyimpannya di struktur enzim.


Seperti diketahui, industri konstruksi menyumbang sekitar 39 persen dari emisi gas rumah kaca di seluruh dunia. Beton merupakan material utama dalam berbagai proses konstruksi. Namun material ini  menyumbang 8 persen emisi gas rumah kaca dari total emisi di sektor industri.


Beton dibuat dengan menggunakan semen yang dicampur dengan campuran kasar dari bahan-bahan seperti batu dan pasir. Setelah dicampur, beton dituangkan ke dalam cetakan dan dibiarkan mengeras. Campuran yang mengeras kemudian digunakan untuk tujuan konstruksi.


Meskipun proses pembuatan beton tidak melepaskan karbon dioksida, namun ketika dilapisi lagi dengan semen, beton dapat melepaskan sejumlah besar gas karbon dioksida.


Karena itu, banyak perusahaan konstruksi mulai menggunakan material beton ramah lingkungan untuk memangkas dampak buruk dari penggunaan beton konvensional. ECM saat ini telah dilisensiskan oleh perusahaan Enzymatic Inc. agar dapat diproduksinya sebagai bahan konstruksi dalam skala lebih besar.


Para peneliti sedang bekerja untuk meningkatkan kekuatan ECM dan meningkatkan ketahanannya terhadap air dan kelembaban.